Sponsors Link

Cara Memakai Scarf Pramuka dan Atribut Lainnya

Sponsors Link

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti jiwa muda yang suka berkarya. Pramuka merupakan organisasi pendidikan non formal yang menyelenggarakan Pendidikan kepanduan di Indonesia. Seseorang bisa menjadi anggota pramuka sejak dia berusia 7 tahun, sebagai pramuka siaga, hingga usia 25 tahun sebagai pramuka pandega.

ads

Biasanya, sekolah di Indonesia sudah memasukkan pramuka sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah sejak sekolah dasar. Anak-anak SD biasanya mulai berkenalan dengan pramuka melalui banyak kegiatan berkemah sabtu hingga minggu, kegiatan baris berbaris, dan banyak kegiatan lainnya. Dengan mengikuti kegiatan kepramukaan, anak-anak diharapkan bisa berkembang menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Pada intinya, pramuka bisa membantu pembentukan karakter, watak, akhlak dan budi pekerti luhur pada anak.

Disadur dari Wikipedia, gerakan pramuka dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Pada tahun yang sama pula, di Jakarta juga didirikan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi ini adalah awal mula pendidikan kepanduan di Indonesia yang kemudian melebur menjadi satu organisasi yang bernama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

Seiring perjalanan pendidikan kepanduan di Indonesia, semakin disadari bahwa kepanduan ini sejalan dan senapas dengan pergerakan nasional. Kesadaran ini terlihat dari semakin banyaknya organisasi kepanduan yang ada. Semakin lama, hasrat persatuan rakyat Indonesia semakin tampak ketika terbentuk PAPI, yaitu Persaudaraan Antar Pandu Indonesia.

Perkembangan kepanduan ini terus berlanjut, bersama dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hingga akhirnya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) pada Januari 1957 menjadi wadah pelaksanaan seminar untuk membahas kemurnian dan kelanjutan kepanduan di Indonesia. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor, sehingga seminar ini juga dikenal sebagai Seminar Tugu. Dari Seminar Tugu ini, dihasilkan suatu rumusan yang diharapkan bisa dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia. Dengan adanya acuan yang sama, diharapkan kepanduan di Indonesia dapat disatukan. Masa-masa inilah yang menjadi awal lahirnya gerakan pramuka.

Pada tanggal 11 April 1961, keluar Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 yang berisi tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Kepanitiaan ini beranggotakan Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Pada akhirnya, tangga 20 Mei 1961 terbitlah Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan bahwa Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Keputusan Presiden ini juga mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Namun, berdasarkan Wikipedia, disebutkan bahwa pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan Undang-Undanh ini, Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang diperbolehkan menyelenggarakan Pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.

Makna Lambang Pramuka

Seperti yang telah dibahas di awal, pramuka memiliki manfaat menanamkan nilai-nilai luhur pada anak dan pemuda di Indonesia serta membentuk karakter dan akhlak mereka. Nilai-nilai ini juga tercermin pada lambang gerakan pramuka, yaitu siluet tunas kelapa.

Siluet tunas kelapa ini diciptakan oleh bapak Sunardjo, seorang pensiunan Departemen Pertanian. Berikut ini adalah makna dibalik siluet tunas kelapa sebagai lambang gerakan pramuka:

  • Buah kelapa saat sedang tumbuh disebut sebagai cikal, dimana istilah cikal di Indonesia identik dengan cikal bakal yang berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Dari arti ini, dapat ditarik sebuah makna implisit bahwa setiap pramuka adalah inti bagi keberlangsungan hidup banga Indonesia.
  • Buah kelapa merupakan buah yang tahan lama, tidak peduli bagaimana keadaan di sekitarnya. Maka, dari sini dapat diartikan bahwa seorang pramuka adalah seseorang yang kuat rohani dan jasmaninya, sehat, kuat dan ulet dalam menghadapi segala tantangan di sekitarnya. Seorang pramuka akan mampu menghadapi segala ujian dan kesulitan untuk mengabdi kepada tanah air dan bangsa Indonesia.
  • Kelapa bisa tumbuh dimana saja. Artinya, seorang pramuka akan mampu beradaptasi dan menempatkan dirinya sesuai keadaan masyarakat di sekitarnya. Dia benar-benar menerapkan pepatah ‘dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’.
  • Pohon kelapa tumbuh menjulang lurus ke atas. Bahkan, pohon kelapa merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pramuka memiliki cita-cita yang tinggi dan lurus, atau mulia dan jujur. Dia akan tetap tegak dan tidak mudah digoyahkan oleh apapun.
  • Akar pohon kelapa tumbuh kuat dan menancap erat di tanah, yang melabangkan bahwa setiap pramuka memiliki prinsip dan dasar-dasar yang baik, benar, kuat dan nyata. Hal ini akan menjadi tekad dan keyakinan dirinya dalam berusaha mencapai tujuan dan cita-citanya.
  • Kelapa merupakan pohon yang serba guna. Artinya, setiap bagian dari pojon kelapa memiliki fungsi dan bisa dimanfaatkan. Hal ini melambangkan bahwa setiap pramuka adalah manusia yang berguna dan bermanfaat bagi sekelilingnya. Dia berbakti dan mengabdikan dirinya untuk kepentingan tanah air, bangsa dan negara Indonesia serta orang-orang lain di sekitarnya.

Dari lambang pramuka itu saja, sudah banyak makna yang bisa kita petik. Maka, kita bisa menyimpulkan bahwa pramuka merupakan insan yang bermanfaat dan tidak mengambil sesuatu tanpa dasar. Lalu, bagaimana dengan atribut pramuka lainnya? Apakah ada makna tertentu? Simak terus, ya!

Sponsors Link

Aneka Atribut Pramuka

Setiap anak sekolah pasti pernah yang namanya memakai pakaian seragam pramuka. Untuk pergi ke sekolah mungkin tidak akan terlihat terlalu rumit karena seragam pramuka untuk sekolah mungkin hanya mewajibkan memakai kemeja dan bawahan pramuka beserta scarf atau hasduk di leher. Namun, sebenarnya ada banyak atribut pramuka lain yang seharusnya dipasang dan dipakai, terutama jika anak sekolah mengikuti organisasi pramuka sebagai kegiatan ekstra kurikuler.

Atribut pramuka mungkin akan cukup sulit untuk diingat dan dipahami oleh sebagian orang. Bagaimana tidak, jika setiap atribut dibedakan berdasarkan anggota putra dan putri, juga dibedakan berdasarkan tingkatan, posisi, hingga penghargaan yang dicapai oleh anggota pramuka tersebut. Berikut ini akan dibahas secara singkat beberapa atribut yang paling umum dan sering ditemui pada seragam pramuka:

  1. Tanda Tutup Kepala

Tanda tutup kepala ini merupakan tanda yang dipasang di topi penutup kepala anggota prauka. Warna dan bentuk tanda penutup kepala ini berbeda-beda, berdasarkan tingkatan anggota pramuka, mulai dari tingkatan siaga, penggalang, penegak hingga pandega. Bentuk dan letak pemasangannya pun berbeda antara anggota putra dan putri. Untuk anggota putri, bentuk tanda tutup kepala adalah bulat, sedangkan untuk anggota putra bentuknya kotak. (Baca juga: Cara Memakai Scarf di Kepala)

  1. Tanda Penghargaan

Tanda penghargaan biasanya diperuntukkan bagi anggota pramuka dewasa. Ada banyak sekali macam-macam tanda penghargaan bagi anggota pramuka, misalnya tanda bintang panca warga, tanda bintang wiratama, tanda bintang teladan dan lain-lain. Setiap tanda ini memiliki arti tersendiri dan merupakan suatu pencapaian bagi anggota pramuka.

Selain itu, ada juga tanda penghargaan bagi peserta didik, yaitu tanda ikut serta kegiatan dan tanda ikut serta gotong royong. Untuk tanda penghargaan ini memiliki bentuk dan warna yang berbeda untuk setiap tingkatan pramuka.

  1. Tanda Jabatan

Tanda jabatan adalah tanda pengenal gerakan pramuka yang menunjukkan jabatan seseorang beserta hak dan kewajiban yang melekat dengan jabatan itu. Ada dua macam tanda jabatan pada pramuka, yaitu tanda jabatan bagi peserta didik dan tanda jabatan bagi anggota dewasa.

Tanda jabatan pada peserta didik memiliki warna yang berbeda antara siaga, penggalang dan penegak. Untuk anggota siaga berwarna hijau, merah untuk penggalang dan kuning untuk penegak. Sementara untuk jenis tandanya pun bermacam-macam dan juga berbeda antara pemimpin regu, barung, hingga ranting maupun nasional.

  1. Tanda Barung, tanda regu dan tanda sangga

Tanda barung, tanda regu dan tanda sangga termasuk ke dalam tanda satuan terkecil, yang menunjukkan tempat anggota pramuka tersebut bergabung. Tanda barung berbentuk segitiga sama sisi dengan puncak berada di atas. Tanda barung tidak memiliki gambar dan memiliki warna menurut pilihan anggota barung yang bersangkutan.

Sementara itu, untuk tanda regu berbentuk segi empat sama sisi dengan ukuran 4 cm. Tanda regu memiliki gambar sesui pilihan anggota regu yang bersangkutan. Untuk regu putra, gambar tanda regu adalah siluet binatang, sedangkan untuk regu putri akan menggunakan gambar siluet bunga.

  1. Scarf atau Hasduk

Scarf atau hasduk pramuka juga memiliki sebutan lain, yaitu setangan leher. Scarf pramuka atau hasduk ini adalah salah satu kelengkapan seragam anggota pramuka dan merupakan bagian dari tanda pengenal gerakan pramuka. Scarf pramuka memiliki bentuk segitiga dengan warna dasar putih dan warna merah di tepiannya selebar 5 cm. Scarf pramuka memiliki fungsi sebagai tanda pengenal seorang anggota pramuka, dimana scarf memang secara umum digunakan oleh seluruh kepanduan di dunia. (Baca juga: Cara Menggunakan Scarf)

Scarf Pramuka

ads
Dahulu scarf pramuka yang dikenakan oleh siswa sekolah di Indonesia memiliki bentuk yang berbeda antara siswa putra dan siswa putri. Sebelumnya, siswa putri akan mengenakan scarf yang berbentuk panjang dengan satu sisi berwarna merah dan sisi lainnya berwarna putih. Sementara itu, siswa putra akan mengenakan scarf berbentuk segitiga yang berwarna merah di tepian luar dan warna putih di bagian dalamnya.

Namun, berdasarkan Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka Nomor 174 Tahun 2012, para pramuka putri tidak lagi mengenakan hasduk atau scarf yang berbentuk panjang seperti dahulu. Pramuka putri kini mengenakan scarf yang berbentuk segitiga, sama dengan yang dipakai oleh pramuka putra. (Baca juga: Cara Memakai Dasi Segitiga)

Bentuk scarf pramuka adalah segitiga sama kaki dengan sudut yang dibentuk antara dua kaki segitiga membentuk sudut 90 derajat. Scarf pramuka dibuat dengan warna putih sebagai dasarnya, sedangkan pinggirannya berwarna merah dengan ukuran 5 cm.

Scarf pramuka yang berbentuk segi tiga ternyata mengandung arti tertentu. Secara kiasan, bentuk segitiga menunjukkan bahwa pramuka tidak hanya menjalin hubungan dengan manusia yang lainnya, tapi juga menjalin hubungan dengan alam dan dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Jika dijabarkan, ujung scarf sebelah kanan menunjukkan hubungan seorang pramuka dengan manusia lainnya, ujung sebelah kiri adalah hubungan manusia dengan alam, dan ujung atas menunjukkan hubungan manusia dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Sesuai dengan yang diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka Nomor 174 Tahun 2012, scarf pramuka memiliki ukuran tertentu, yang berbeda antara pramuka siaga, pramuka penggalang, dan seterusnya. Bagi anggota pramuka siaga, sisi panjang scarf pramuka mereka berukuran 90 cm. sementara itu, untuk pramuka penggalang, ukuran scarf pramukanya adalah 100 hingga 120 cm di bagian sisi panjangnya. Ukuran ini berlaku sama antara anggota putra dan putri.

Lebih besar daripada ukuran scarf pramuka siaga dan penggalang, untuk anggota pramuka penegak dan pandega, sisi panjang scarf pramukanya memiliki ukuran 120 hingga 130 cm. Ukuran ini juga berlaku untuk scarf pramuka yang dipakai oleh anggota pramuka dewasa, seperti pembimbing, andalan dan anggota Majelis Pembimbing.

Cara Melipat Scarf Pramuka

Memakai scarf pramuka tentu tidak bisa sembarangan. Setiap anggota pramuka harus mengetahui bagaimana cara melipat scarf pramuka yang baik dan benar, agar selanjutnya mereka bisa memakai scarf pramuka dengan benar pula. Melipat scarf pramuka dengan benar bagi anggota pramuka bisa membantu melatih kedisiplinan serta kesabaran mereka.

Baca juga:

Cara melipat scarf pramuka antara anggota pramuka siaga, penggalan, penegak, pandega hingga dewasa adalah sama. Selain itu, juga tidak ada perbedaan cara melipat antara anggota putra dan putri. Dengan begini, tentu lebih mudah pula untuk kamu mempelajari cara melipat scarf pramuka yang benar.

Sesuai Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka Nomor174 Tahun 2012, scarf pramuka dilipat dengan melipat sisi terpanjang dari scarf pramuka tersebut dengan ukuran lipatannya sekitar 5 cm. Melipat dengan cara ini akan membuat bagian warna merah dan putih terlihat dengan jelas. Terakhir, sisakan sedikit bagian sudut siku-siku scarf pramuka sehingga akan terbentuk bagian segitiga.

Melipat scarf pramuka mungkin akan membutuhkan sedikit waktu di awal kalian mencobanya. Namun, seiring waktu kalian terbiasa melipat scarf pramuka, maka akan semakin mudah dan semakin singkat waktu yang kamu butuhkan untuk melipat scarf pramuka dengan benar. Pastikan kamu melipat scarf pramuka ini dengan rapi agar nantinya saat dipakai pun lipatan scarf pramuka akan terlihat rapi di leher. Jangan terburu-buru, ya!

Cara Memakai Scarf Pramuka

Memakai scarf pramuka tidak bisa sembarangan. Kamu harus memakai scarf pramuka dengan rapi, baik untuk pakaian harian pramuka, seragam upacara, seragam kegiatan maupun jenis pakaian lainnya. Hal ini tentu bertujuan untuk menonjolkan sifat anggota pramuka yang rapi dan disiplin setiap waktu. Jika kamu memakai scarf pramuka asal-asalan, bukan tidak mungkin kamu bisa merusak citra baik anggota pramuka.

Jika dulu ada perbedaan cara memakai scarf pramuka antara anggota putri dan putra, kini cara pemakaian scarf pramuka sama antara putri dan putra. Tidak hanya itu, jenis pakaian yang berbeda tetap memberlakukan cara memakai scarf pramuka yang sama juga. Maka, kini lebih mudah bagi anggota pramuka untuk bisa memakai scarf pramuka dengan benar. (Baca juga: Gaya dan Model Syal untuk Pria dan Wanita)

Untuk bisa memakai scarf pramuka dengan benar, kamu bisa mengikuti langkah-langkah singkat berikut ini:

  1. Setelah kamu melipat scarf pramuka dengan menyisakan sebuah sudut siku-siku, maka letakkan bagian sudut siku-siku tersebut di bagian belakang baju.
  2. Lingkarkan sisa scarf ke bawah kerah baju dangan kedua ujung scarf menjuntai di depan, dari bagian kerah depan hingga pinggang.
  3. Masukkan cincin scarf pramuka dari ujung bawah scarf hingga leher depan (kerah baju) untuk menyatukan kedua ujung tersebut.
  4. Rapikan dan atur scarf hingga warna merah dan putih yang ada pada scarf pramuka terlihat rapi.

Mengikuti cara memakai scarf pramuka di atas sangatlah mudah. Kamu hanya perlu mengetahui cara melipat scarf dan menyiapkan cincin scarf pramuka untuk mengikatnya. Mudah bukan?

Bagi kamu yang mengenakan jilbab dan tidak memasukkan jilbab ke dalam kerah pakaian, jilbabmu akan menutup bagian kerah pakaian kamu. Maka, jika demikian kamu bisa memakai scarf pramuka di luar jilbab, tepatnya di bagian leher. Dengan demikian, scarf pramuka akan tetap terlihat dari luar. Begitu pula jika kamu memakai pakaian tambahan, seperti jas, rompi, jaket atau pakaian lainnya, kamu harus tetap memastikan scarf pramuka yang kamu pakai terlihat.

Baca juga:

Demikian pembahasan lengkap tentang cara memakai scarf pramuka dan aneka atribut pramuka lainnya. Dengan mengetahui cara memakai scarf pramuka yang baik dan benar, kamu bisa menunjukkan sisi kedisiplinan dan kerapian anggota pramuka kepada lingkungan sekitar. Semoga bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, , , , , , ,
Post Date: Friday 03rd, November 2017 / 15:18 Oleh :
Kategori : Panduan