Sponsors Link

Sejarah Dasi Hitam Identik dengan Duka Cita

Sponsors Link

Warna hitam adalah warna gelap yang paling netral diantara pilihan warna-warna lain yang ada, selain warna putih. Warna hitam sering dikaitkan dengan sesuatu yang muram, misterius, bahkan erat kaitannya dengan suasana berduka cita. Meski begitu, ternyata warna hitam termasuk warna yang banyak penggemarnya. Setidaknya, setiap orang pasti punya item fashion yang berwarna hitam, baik itu berupa pakaian, celana atau bahkan dasi.

ads

Bukan hanya karena warnanya yang sangat basic, warna hitam cenderung sangat mudah untuk dipadu-padankan dengan warna apapun, tidak peduli warna lain tersebut terang menyala atau pastel lembut. Warna hitam pasti akan menjadi dasar yang tepat saat kamu ingin bereksperimen mengenakan warna yang tidak biasa. Mungkin karena alasan inilah warna hitam termasuk warna yang popular disukai oleh banyak orang.

Arti dari Warna Hitam

Apakah kamu pernah kenal dengan seseorang yang hampir semua pakaiannya berwarna hitam? Ataukah ada salah satu orang di dekatmu yang mempunyai banyak barang dengan warna hitam? Wah, mungkin kamu akan menganggap orang ini merupakan orang yang misterius dan suram, ya?

Sebenarnya, warna hitam mengandung beberapa arti. Meski sering dikaitkan dengan kesuraman, warna hitam juga mencerminkan keseriusan, sesuatu yang dramatis, anggun, melindungi, kewibawaan dan kedisiplinan. Namun, ternyata ad arti lain yang dibawa oleh warna hitam yang cenderung berkonotasi negatif, seperti kerahasiaan, kematian, kegaiban, kesedihan dan kejahatan.

Seseorang yang menyukai warna hitam biasanya merupakan seseorang yang suka menyimpan rahasia dan lebih suka diam daripada harus banyak bicara. Mereka mudah murung dan lebih menyukai kesendirian mereka. Namun, di balik itu semua, mereka termasuk orang yang percaya diri dan tegas. Biasanya penyuka warna hitam juga memiliki keahlian di beberapa bidang tertentu saja.

Jika bicara soal fashion, penyuka warna hitam biasanya termasuk orang yang simple, rapi dan suka menjaga diri tetap elegan. Mereka mementingkan kenyamanan, maka mereka akan cenderung memilih aksesoris atau item fashion lain yang basic, yang tidak akan membuang banyak tenaga untuk padu padannya.

Selama ini kita selalu berpikir untuk mengenakan pakaian dan aksesoris lain berwarna hitam saat sedang berduka cita atau menghadiri acara pemakaman. Namun, sebenarnya warna hitam yang berhubungan dengan kesedihan dan kematian ini hanya berasal dari tradisi etnik Amerika Latin.

Apakah Dasi Hitam Identik dengan Duka Cita?

Seperti yang telah dibahas singkat sebelumnya, warna hitam yang menjadi lambang duka cita merupakan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Amerika Latin. Di Amerika Latin, jika ada seseorang yang sedang berduka, misalnya karena salah seorang keluarganya meninggal dunia, dia dan keluarganya akan mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai symbol kesedihan hati mereka. Hal inilah yang kemudian diadopsi oleh negara-negara lain sehingga lama kelamaan kesan duka cita sangat erat kaitannya dengan warna hitam.

Sebenarnya di rumpun Melayu sendiri terdapat budaya tersendiri yang berkaitan dengan warna hitam. Bagi masyarakat rumpun Melayu, warna hitam merupakan lambang dari sesuatu yang sacral, spiritual, dan ketabahan. Maka, tidak heran jika di tradisi Melayu juga diterapkan untuk memakai warna hitam saat ada seseorang yang meninggal.

Warna hitam yang dipakai ini tidak hanya berlaku pada warna pakaian atau kemeja saja. warna aksesoris lain yang dipakai saat menghadiri acara duka cita tersebut, seperti dasi, topi, atau yang lainnya juga diusahakan berwarna hitam. Maka dari itu, tidak heran jika dasi berwarna hitam identik dengan duka cita.

Namun, sebenarnya pakaian warna hitam, khususnya dasi, tidak hanya identik dengan kesedihan atau hal-hal suram lainnya, lho! Berikut ini arti lain dari dasi warna hitam:

  1. Profesionalisme – Buat kamu yang termasuk penggemar dasi warna hitam harus berbahagia! Karena ternyata dasi warna hitam akan memberi kesan profesional pada penampilanmu. Terutama jika kamu memadukannya dengan kemeja yang tepat Bersama jas yang serasi.
  2. Simple – Dasi berwarna hitam merupakan pilihan orang-orang yang tidak mau ribet dan lebih memilih bermain aman dalam berpakaian. Dasi warna hitam bisa kamu pakai bersama kemeja warna apapun dan motif apapun. Dengan begitu, kamu bisa tampil maksimal tanpa banyak membuang waktu memikirkan padu padan yang pas dengan dasi berwarna hitam.
  3. Elegan – Kamu mungkin sering melihat orang-orang menghadiri acara pernikahan, jamuan makan malam ataupun acara-acara penting lainnya dengan memakai dasi berwarna hitam. Tentu ada alasan tersendiri mengapa mereka memilih warna hitam. Ya, ternyata dasi warna hitam akan memberi kesan elegan secara instan pada penampilanmu. Seringkali dasi hitam yang mereka pakai juga dipadukan bersama jas formal. Model dasi pun bisa berupa dasi segitiga maupun dasi kupu-kupu. Oke, kan?

Nah, jika kamu sudah mengetahui ‘kelebihan’ yang dibawa oleh dasi berwarna hitam, maka kamu sudah tahu, kan, mengapa banyak orang memilih dasi hitam sebagai andalan. Lalu, mengapa dasi hitam juga sangat umum dikenakan saat menghadiri acara pemakaman yang identik dengan duka cita? Ternyata, selain karena alasan-alasan di atas, ada juga alasan lain yang menyebabkan dasi hitam menjadi dasi yang popular dikenakan saat berduka cita.

Asal Mula Warna Hitam Identik dengan Duka Cita

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, warna hitam sebenarnya tidak hanya berarti kematian atau duka cita. Di Mesir kuno, warna hitam justru berarti simbol untuk kehidupan dan kebangkitan. Namun, di negara Barat, warna hitam memang melambangkan kematian dan kesedihan, tapi juga memiliki arti kekuasaan, ketangguhan, ataupun misterius. Maka, dari sini kita ketahui bahwa sebenarnya arti dari warna hitam itu sendiri sangat tergantung pada kebudayaan dan dimana saat itu kita berada.

Pada zaman sekarang, warna hitam memang sangat umum untuk dikenakan saat melayat. Bukan hanya warna hitam pada pakaian, tapi juga pada aksesoris yang melengkapinya, misalnya dasi. Pada dasarnya hal ini lebih sesuai jika disebut sebagai simbol atau kebiasaan saja yang mencerminkan rasa berduka dan turut berkabung dengan meninggalnya seseorang. Mengapa disebut sebagai simbol? Karena sebenarnya warna hitam itu sendiri bukan benar-benar berarti kedukaan, namun banyak orang yang memiliki persepsi yang sama dan saling berbagi persepsi tersebut. Oleh karena itu, timbullah kesepakatan bersama untuk melambangkan warna hitam sebagai bentuk perasaan berduka cita, bela sungkawa atau berkabung. Lalu, bagaimana awal muda simbol ini bisa tercipta? Yuk simak terus pembahasan berikut!

Sponsors Link

Menurut Wikipedia, tradisi untuk mengenakan pakaian dan atribut lain berwarna hitam saat berkabung bisa ditelusuri sejarahnya hingga ke masa kekaisaran Romawi. Sementara itu, menurut The Widow’s Rumble dari berbagai sumber, budaya memakai pakaian berwarna hitam saat berkabung dimulai sejak ratusan tahun silam saat masyarakatnya masih memiliki kepercayaan terkait kematian. Masyarakat di masa itu percaya, jika mereka memakai warna hitam saat sedang berkabung atau ada salah seorang keluarganya yang meninggal, maka Kematian tidak akan menemukan mereka karena penampilan mereka menjadi tersamarkan. Hal ini dipercaya mereka akan terhindar dari Kematian dan tidak akan menjadi ‘target’ berikutnya.

Sementara itu, menurut sumber lainnya kebiasaan memakai pakaian yang berwarna serba hitam, termasuk dasi yang berwarna hitam, saat masa berkabung sudah berkembang sejak sekitar abad ke-19 dan abad ke-20. Bahkan, ada seorang Kurator Costume Institute  Metropolitan Museum of Art yang sedang menggelar pameran berjudul ‘Death Becomes Her: A Century of Mourning Attire’, mengatakan bahwa budaya memakai pakaian berwarna hitam saat berkabung dimulai oleh Ratu Inggris sendiri. Kurator ini, yang bernama Harold Koda, menyatakan bahwa Ratu Inggris lah yang mulai mengenakan pakaian serba hitam pada acara-acara kematian.

Pada zaman dahulu, Ratu Victoria mengenakan pakaian yang serba hitam saat suaminya, Panggeran Albert, meninggal dunia pada tahun 1861. Bahkan, karena Ratu Victoria merasakan kedukaan yang sangat mendalam, beliau memakai pakaian serba hitam tersebut selama 40 tahun lamanya.  Sejak saat itu pula, budaya memakai pakaian yang serba hitam saat sedang berkabung dimulai.

Pakaian serba hitam seperti ini disebut Mourning Dress. Ratu Inggris mewajibkan rakyat untuk memakai mourning dress ini saat ada anggota kerajaan yang meninggal. Semua keluarga kerajaan, pejabat pemerintahan hingga semua lapisan masyarakat wajib memakai atribut pakaian berwarna hitam. Lama pemakaiannya pun disesuaikan dengan masa berkabung yang telah ditentukan.

Dimulai dari keluarga kerajaan yang berkabung tersebut, masyarakat sekitar pun mulai mengikuti untuk memakai pakaian serba hitam saat berkabung, hingga ke berbagai lapisan masyarakat. Bahkan, bagi rakyat yang memiliki kemampuan finansial rendah dan tidak mampu membeli pakaian serba hitam, mereka akan mengecat pakaian mereka menjadi hitam.

Model mourning dress itu sendiri biasanya hampir mirip dengan model pakaian pengantin. Hal yang membedakan hanyalah warnanya yang hitam. Tidak hanya pakaian yag berwarna hitam, kerudung dan aksesoris lainnya juga harus berwarna hitam. Maka, pemakaian baju berwarna serba hitam ini di masa kerajaan Inggris saat itu benar-benar sebagai ungkapan rasa duka yang sedang dialami oleh keluarga yang kehilangan salah satu anggota keluarganya.

Sisi Lain Dasi Hitam Identik dengan Duka Cita

Dari pembahasan di atas, maka kita ketahui bahwa pemakaian pakaian serba hitam, termasuk dasi hitam identic dengan duka cita, hanya merupakan tradisi dan budaya saja yang sudah turun menurun menjadi suatu kebiasaan. Jika dilihat dari sisi lain, seperti agama misalnya, memakai pakaian hitam saat berkabung bukanlah hal yang wajib.

Menurut ajaran agama Yahudi, keluarga yang sedang berkabung tidak diharuskan untuk memakai pakaian yang serba hitam. Namun, ajaran memakai pakaian hitam saat berkabung ini tersirat dalam kitab mereka, Talmud. Sedangkan jika kita melihat kitab Injil, aturan memakai pakaian serta dasi hitam saat berkabung juga tidak diajarkan.

Sementara itu, jika kita melihat ajaran di Al Quran dan hadis, Islam juga tidak pernah mengajarkan untuk memakai pakaian dengan warna-warna tertentu saat sedang berduka. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk menghormati keluarga yang sedang berduka dengan bersikap dan berpenampilan yang sopan. Sedangkan untuk warna khusus yang harus dipakai saat berkabung tidak ada ajarannya.

Karena kebiasaan mengenakan pakaian dan aksesoris berwarna hitam saat berduka memang hanya merupakan kebiasaan atau budaya, maka tidak heran jika di setiap daerah akan memiliki kebiasaan yang berbeda pula. Misalnya saja, masyarakat Eropa abad pertengahan biasa mengenakan atribut berwarna putih saat sedang berkabung. Kebiasaan ini ada di Spanyol hingga akhir abad ke- enam belas.

Warna Lain yang Identik dengan Duka Cita

Perlu kamu ketahui, ternyata tidak hanya warna hitam yang identik dengan duka cita. Karena kaitan ini hanya disebabkan oleh alasan budaya dan tradisi tertentu, maka setiap wilayah pasti memilih budaya sendiri yang menjadi simbol kedukaan.

Sponsors Link

  1. Warna putih

Jika selama ini kita mengenal warna putih merupakan lambang kesucian, ternyata lain halnya jika di Tiongkok atau India. Di negeri Tiongkok, bagi keluarga yang sedang berduka, mereka justru akan memakai pakaian putih sebagai simbol kesedihan mereka. Maka, jika kamu akan menghadiri pemakaman keluarga Tiongkok, maka jangan kenakan pakaian warna hitam. Alih-alih hitam, pakaian warna putih akan menjadi lebih cocok untuk kamu kenakan. Dan bukankah kamu juga sering melihat film kungfu Cina yang orang-orangnya memakai pakaian berwarna putih saat sedang berduka cita?

Selain di Tiongkok, di India ternyata juga menggunakan warna putih sebagai lambang kesedihan. Jika kamu bertemu dengan seorang wanita India yang mengenakan sari berwarna putih, maka sebaiknya kamu menjaga diri dan tidak terlalu mendekati wanita tersebut karena bisa dianggap kurang sopan. Kain sari berwarna putih yang dia kenakan memiliki arti wanita tersebut sedang berduka ditinggal mati suaminya. Bagi masyarakat Hindustan, wanita akan mengenakan sari berwarna putih ketika suaminya meninggal sebagai simbol kesedihan mereka.

  1. Warna kuning

Apakah kamu menganggap warna kuning adalah warna yang ceria dan sangat mencolok? Ataukah kamu mengidentikkan warna kuning sebagai warna bendera partai tertentu? Ternyata, ada makna lain di balik warna kuning yang mungkin selama ini kurang kamu sadari, atau bahkan tidak kamu ketahui.

Di negara Mesir, warna kuning merupakan warna yang melambangkan duka cita. Biasanya orang-orang Mesir akan memakai pakaian berwarna kuning saat sedang berduka. Bukan hanya di Mesir, di Indonesia sendiri warna kuning juga melambangkan duka cita, lho! Bukankah kamu sering menemui bendera warna kuning yang terpasang di rumah seseorang yang meninggal dunia?

  1. Biru

Biasanya, warna biru di dalam budaya ketimuran identik dengan kekayaan dan keberuntungan. Namun, ternyata di budaya barat warna biru merupakan warna yang melambangkan depresi dan kesedihan yang mana perasaan ini sangat erat kaitannya dengan kehilangan dan kematian.

Hal yang Dilarang saat Menghadiri Acara Duka Cita

Jika di atas kita sudah membahas warna-warna yang umum digunakan saat sedang berkabung atau sekedar menghadiri acara duka cita, maka kita juga perlu mengetahui apa saja yang harus dihindari saat kita sedang menghadiri acara kedukaan. Tentu hal ini akan sangat berguna untuk kamu menjaga perasaan keluarga yang sedang bersedih. Jangan sampai kehadiranmu justru menyinggung perasaan tuan rumah hanya karena kamu salah memilih warna pakaian. Untuk itu, yuk simak poin-poin berikut!

  • Warna merah – warna merah merupakan warna yang melambangkan kegembiaraan dan kemakmuran dalam tradisi Cina. Maka tidak heran jika warna ini sangat umum dipakai saat masyarakat Tionghoa sedang merayakan tahun baru Cina. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu menghindari memakai pakaian berwarna merah saat sedang menghadiri acara duka orang Cina. Dasi berwarna merah pun sebaiknya juga kamu hindari, ya!
  • Pakaian mini – khusus bagi kamu para wanita, hindari memakai pakaian yang terlalu mini, ketat atau terbuka. Pakaian seperti itu akan sangat tidak cocok dan akan dianggap kurang menghargai acara berduka yang sakral.
  • Mengambil foto – bukannya mengambil foto dilarang untuk dilakukan. Mengambil foto, selama dalam bentuk yang wajar dan sekedar untuk dokumentasi boleh saja dilakukan. Namun, jika mengambil foto yang dimaksud berupa selfie yang berlebihan, pose yang tidak wajar atau terlalu membuat kehebohan, sebaiknya kamu menghindarinya.

Nah, setelah membaca artikel ini, apakah kamu sudah tahu mengapa dasi hitam identik dengan duka cita? Ternyata, selain karena warna hitam yang sudah menjadi tradisi umum untuk dikenakan saat berduka, warna hitam merupakan warna yang aman untuk dipakai sebagai lambang duka cita. Alih-alih warna merah yang bisa disalahartikan jika kamu menghadiri acara perkabungan suku Tionghoa. Meskipun kamu mungkin memiliki kepercayaan dan kebudayaan sendiri, tidak ada salahnya kan untuk menghormati budaya orang lain? Semoga bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, , ,
Post Date: Monday 19th, June 2017 / 15:05 Oleh :
Kategori : Panduan