Sponsors Link

Cara Memadukan Scarf dengan Kemeja Pria

Sponsors Link

Scarf atau syal merupakan salah satu fashion item yang tidak lekang oleh waktu dan bisa dipakai setiap saat. Bentuknya yang serba guna dan bisa dibentuk menjadi model apa saja yang kamu mau menjadikan scarf digemari oleh banyak pria dan wanita. Bagi para wanita, scarf bisa berfungsi sebagai aksesori, penutup kepala hingga bisa dibentuk menjadi aksesoris lainnya. Sedangkan bagi para pria, scarf mungkin akan lebih umum digunakan di leher. (Baca juga: Cara Mengikat Syal menjadi Dasi)

ads

Scarf bisa terbuat dari bahan apapun. Bisa berbahan kaos, satin, rajut, sutera atau bahan-bahan lainnya. Kebanyakan scarf dibuat dengan kain yang agak tebal yang juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh pemakainya saat cuaca sedang dingin. Mungkin scarf berbahan tebal seperti ini akan cocok sekali kita pakai saat musim hujan, dimana suhu udara bisa menjadi lebih dingin dan lembab dibanding biasa. Maka, di saat seperti ini scarf bisa menjadi alternatif lain dibanding jaket atau sweatermu yang biasa untuk membuatmu tampil beda dan stylish.

Mengingat hal ini, sebelum berbicara lebih lanjut tentang scarf, ada baiknya kita kenali dulu apa saja kelebihan scarf seperti berikut ini:

  • Fungsional, karena dengan cara yang paling simple, scarf akan bisa membantu menghangatkan leher kamu. Atau, jika melihat iklim di Indonesia yang cukup panas, scarf bisa melindungi lehermu dari sengatan cahaya matahari. Tentu saja, kamu harus menyesuaikan pemilihan bahan scarf yang kamu gunakan, ya!
  • Bergaya, karena hanya dengan sehelai scarf, maka kamu sudah menambahkan aksen yang kuat kepada penampilanmu. Scarf akan secara instan menarik perhatian orang-orang di sekelilingmu. Tentu saja kamu harus menyesuaikan item pakaianmu yang lain agar tidak saling ‘berebut perhatian’.
  • Multi-gaya, artinya kamu bisa tampil cerdas dan profesional sekaligus sedikit kasual. Scarf tidak terlalu kaku seperti dasi namun cukup memberi tambahan aksesoris pada penampilanmu.

Ada beberapa bentuk scarf yang beredar di pasaran. Tentu kamu harus memilih bentuk scarf yang sesuai. Beberapa bentuk scarf yang umum adalah sebagai berikut:

  • Long Scarf atau scarf panjang berbentuk segi empat. Scarf ini adalah scarf yang paling sering ditemukan di pasaran. Scarf ini bisa terbuat dari berbagai bahan yang sedikit tebal dan cukup sering dipakai oleh para wanita untuk dijadikan jilbab ataupun aksesoris pakaian. Namun, scarf model ini juga bisa dipakai oleh pria, tentu saja dengan pemilihan bahan dan motif yang lebih maskulin.
  • Infinity Scarf, yaitu scarf yang bentuknya melingkar dan tidak memiliki ujung. Scarf ini biasanya berbahan wol rajut dan berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Karena bentuknya yang cukup unik, maka tidak banyak kreasi memakai scarf model ini yang akan cocok untuk para pria.
  • Lightweight Scarf, yaitu scarf yang berbahan tipis dan ringan. Scarf inilah yang paling sering dipilih oleh para wanita berhijab sebagai penutup kepalanya. Banyak motif dan warna yang bisa dipilih. Namun, karena bahannya yang ringan, scarf ini kurang manly dan kurang cocok untuk dipakai oleh pria.
  • Blanket Scarf, yaitu scarf dengan ukuran yang besar dan berbahan cukup tebal. Scarf ini akan cukup cocok untuk digunakan oleh para pria karena bahannya yang tebal bisa menonjolkan sisi kuat pada dirimu. Ukurannya yang lebar juga membuatnya bisa dibentuk-bentuk sehingga mempermudah kamu saat mengkreasikannya.
  • Keffiyeh, yaitu scarf khas gaya Arab yang biasa dikenakan oleh orang-orang Timur Tengah sebagai sorban atau penutup kepala. Keffiyeh terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat, mengingat fungsi dasarnya adalah sebagai pelindung dari panas dan debu di padang pasir. Scarf ini cukup sering dikenakan oleh para pria dengan cara diikatkan ke leher.

Maka, dengan beranekaragamnya kelebihan scarf di atas, apakah kamu tertarik untuk memadukan scarf dengan kemeja pria favoritmu? Jika jawabannya adalah ya, yuk kita simak apa saja yang perlu diperhatikan untuk tampil stylish dengan scarf!

Memilih Scarf yang Cocok untuk Pria

Pada umumnya memang wanita lah yang sering terlihat menggunakan scarf. Namun, ini bukan berarti bahwa hanya wanita yang bisa memakai scarf. Pria pun bisa memadukan scarf dengan kemeja pria sesuai seleranya. Ada dua alasan mengapa pria akan sangat cocok untuk menggunakan scarf. Alasan yang pertama adalah memakai scarf tidak membutuhkan keahlian khusus, berbeda dengan memakai dasi yang membutuhkan latihan sedemikian rupa untuk membuatnya rapi. Alasan berikutnya, memakai scarf juga bisa menonjolkan sisi maskulin kamu.

Berbeda dengan wanita yang memiliki banyak pilihan dan variasi scarf, bagi pria mungkin pilihannya sedikit lebih terbatas. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu kamu memilih scarf yang paling cocok untukmu.

  1. Perhatikan ukuran

Kamu harus bisa memilih ukuran scarf yang cocok. Jangan memilih scarf dengan ukuran terlalu besar atau sebaliknya, terlalu kecil. Ukuran ideal untuk sebuah scarf yang bisa kamu pakai adalah yang memiliki lebar sekitar 16 hingga 30 cm, dan panjang 140 hingga 180 cm. Ukuran ini akan bisa memberi kamu kebebasan yang cukup untuk berkreasi dengannya. Scarf ukuran ini akan cukup simple dan tidak akan terlihat terlalu tebal atau menumpuk.

  1. Hindari scarf berbahan satin, sutera atau sifon

Scarf banyak tersedia dengan  bahan-bahan yang ringan, seperti sifon, satin ataupun sutera. Scarf dengan bahan-bahan ini memang sejuk saat digunakan, namun sebaiknya dihindari oleh para pria. Bahan sifon, satin atau sutera yang ringan akan membuat kesan feminine pada pemakainya, maka bahan ini lebih cocok untuk dipakai oleh wanita. Untuk pria, sebaiknya pilih scarf yang terbuat dari kain yang agak berat dan sedikit tebal, seperti katun, rajut ataupun kaos. (Baca juga: Dasi untuk Wanita Berhijab)

  1. Scarf berbahan sejuk adalah yang terbaik

Sebaiknya kamu memilih scarf dengan bahan yang sejuk dan menyerap keringat. Bagaimanapun, Indonesia adalah negara tropis yang suhu udaranya cenderung panas dan lembab. Hal ini membuat kita, khususnya para pria, lebih mudah merasa gerah dan berkeringat. Oleh karena itu, sebisa mungkin pilihlah scarf dengan bahan katun atau bahan-bahan lain yang sifatnya sejuk dan mudah menyerap keringat. Sangat tidak baik, kan, kalau kamu memakai scarf namun keringat mengalir deras? (Baca juga: Aneka Jenis Bahan Dasi)

  1. Pilih warna yang gelap

Sebenarnya tidak ada masalah jika seorang pria memilih scarf dengan warna terang, seperti krem, biru muda, ataupun kuning muda. Namun, akan lebih aman jika scarf yang digunakan berwarna gelap untuk menonjolkan sisi macho kamu. Waran biru navy, merah marun, atau abu gelap. Warna-warna ini lebih terlihat manly dan maskulin daripada warna-warna terang jika dipakai oleh para pria. Jika kamu ingin memakai warna yang lebih muda, kamu bisa memilih scarf berwarna krem atau coklat muda maupun abu-abu muda yang juga netral. (Baca juga: Warna Dasi Menunjukkan Karakter Pemakainya)

  1. Pilih motif yang tepat

Jika kamu ingin memakai scarf yang memiliki motif, maka kamu harus hati-hati dalam memilih motif yang tepat. Usahakan untuk memilih motif yang tidak terlalu berat karena akan membuat penampilanmu secara keseluruhan tampak ‘gerah’. Bagaimana pun, kita tinggal di Indonesia yang iklimnya cukup panas sehingga memilih scarf yang paling tampak simple dan ringan akan lebih baik. Scarf dengan motif kotak-kotak mungkin bisa menjadi motif aman untukmu jika dipadukan dengan kemeja polos. (Baca juga: Aneka Arti dari Motif dan Corak Dasi)

  1. Sesuaikan dengan kemeja

Hal yang paling penting dalam memilih scarf untuk pria adalah pilihlah scarf dengan bahan, warna dan motif kemeja yang dipadukan. Jangan sampai scarf yang kamu pakai memiliki warna yang bertabrakan dengan kemeja, atau memiliki motif yang terlalu mencolok bersama kemeja yang kamu gunakan. Karena jika demikian, maka bukan tidak mungkin penampilan kamu justru tampak aneh dan berlebihan.

  1. Sesuaikan dengan cuaca

Jangan pernah kamu melupakan bahwa Indonesia termasuk negara tropis yang hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Maka, kamu harus menyesuaikan scarf yang kamu pakai dengan cuaca yang ada. Jangan pilih scarf berbahan wol saat musim kemarau dan cuaca sedang panas. Alih-alih kamu tampak keren, kamu hanya akan meleleh dan tampak basah kuyup oleh keringat.

  1. Hindari scarf yang ‘bersifat’ feminine

Seperti apakah scarf yang bersifat feminine itu? Jika sebelumnya telah dibahas tentang bahan dan motif scarf, dua hal itu juga yang termasuk menentukan sifat dari scarf itu sendiri. misalnya, scarf bermotif animal print, berwarna neon seperti electric blue, magenta dan lain-lain, termasuk scarf yang ‘bersifat’ feminine. Kamu juga harus menghindari scarf yang super tipis, memiliki fringe yang sangat banyak, atau scarf yang memiliki hiasan seperti mutiara, sequin, sulam, dan lain-lain.

Sponsors Link

Model Ikatan Scarf untuk Pria

Setelah membaca cara memilih scarf di atas, tentu kamu sudah bisa membayangkan scarf seperti apa yang akan kamu pakai, bukan? Jika begitu, kini saatnya menguji kreativitasmu dan kepercayaan dirimu untuk menggunakan scarf dengan kemeja favorit yang kamu pakai. Berikut ini adalah beberapa ide model ikatan scarf untuk pria yang mungkin bisa kamu coba:

  • Gaya pertama – Cara yang paling mudah untuk memakai scarf adalah cukup dengan melampirkan scarf tersebut di bahu. Gaya ini akan lebih cocok untuk diaplikasikan pada scarf dengan model panjang, bukan segitiga. Kamu bisa memilih scarf wol panjang dengan warna gelap dan netral lalu kamu padukan dengan kemeja serta sweater. Gaya ini akan cocok untuk cuaca yang sedikit sejuk dan suasana bersantai.
  • Gaya keduaGaya kedua – Lagi-lagi masih menggunakan scarf dengan bentuk panjang. Di gaya kedua ini, kamu bisa melilitkan scarf langsung di lehermu lalu biarkan kedua ujung scarf tersebut menjuntai di dada. Untuk gaya ini, usahakan agar lilitan scarf di lehermu tetap longgar. Hal ini untuk menjagamu tetap merasa nyaman sekaligus mencegah kamu terlihat panas atau terlalu ‘penuh’. Gaya ini akan cocok untuk kamu pakai baik ketika kamu ingin berjalan-jalan bersama teman-teman atau sekedar nongkrong di kafe sendirian.
  • Gaya ketiga – di gaya ketiga ini, kamu masih akan menggunakan scarf panjang dan mengikat kedua ujungnya menjadi satu. Lalu kamu cukup mengalungkannya di lehermu dan lingkarkan sekali lagi sehingga scarf yang kamu pakai akan terbentuk seperti kalung.
  • Gaya keempatGaya keempat – kini kamu bisa mencoba bereksperimen menggunakan scarf yang berbentuk persegi dengan fringe di tepiannya,  atau kamu juga bisa menggunakan keffiyeh. Caranya pun mudah, cukup dengan melipat scarf tersebut menjadi bentuk segitiga. Lalu, ikatkan scarf tersebut ke lehermu dengan sisi segitiga berada di bagian depan dadamu. Jaga agar bagian leher tetap longgar dan tidak terlalu terikat erat agar kamu pun merasa tetap nyaman dan tidak panas mengenakannya.
  • Gaya kelima – kamu juga bisa lho mencoba scarf yang berukuran lebih kecil untuk menciptakan kesan simple namun elegan. Cobalah menggunakan scarf berbahan sifon yang berukuran kecil, lalu ikatkan pas di leher.
  • Gaya keenamGaya keenam – untuk gaya yang lebih formal, kamu bisa mengenakan scarf panjang bersama jas atau blazer. Caranya, cukup kenakan scarf panjang dan silangkan kedua ujungnya di depan dada. Masukkan ujung scarf di dalam jas sehingga hanya akan terlihat bagian scarf yang menyilang di bagian dadamu. Cara ini sangat mudah untuk kamu coba dan justru akan tampak keren jika kamu secara sengaja membiarkan kedua sisinya tidak sama panjang. Gaya lainnya adalah membiarkan scarf berada di luar jas, alih-alih memasukkannya ke dalam jas atau blazer.
  • Gaya ketujuh – gaya ini sangat simple. Kamu hanya perlu melampirkan scarf di bahu dengan salah satu sisi lebih panjang dari sisi yang lain. Lalu, bawa sisi yang lebih panjang ke belakang dan, voila, kamu pun tampil aksi dengan scarf! Gaya ini akan cukup cocok untuk kamu pakai saat cuaca tidak terlalu dingin atau sedikit sejuk.

Trik Bergaya dengan Scarf dan Kemeja

Jika kamu sudah menentukan scarf seperti apa yang paling cocok dan kamu sukai, maka kini saatnya menentukan gaya yang ingin kamu coba. Bermain-main dengan aksesoris berupa scarf akan bisa memberi daya tarik tersendiri pada penampilanmu. Berikut ini adalah beberapa gaya pria saat mengenakan scarf yang bisa kamu contoh untuk mendapatkan gaya yang keren dan tetap maskulin.

  1. Simple Scarf

Gaya ini akan bisa kamu coba dengan menggunakan scarf berbahan tipis da tidak terlalu tebal, sehingga scarf yang kamu kenakan bisa menempel erat di lehermu. Pilihlah scarf berbahan sifon dan berukuran lebih kecil. Untuk membuatnya semakin keren, padukan gaya ini dengan kemeja slim fit yang pas di badanmu, serta celana chino yang berwarna netral. Akan lebih elegan jika kamu menambahkan sepatu kulit dan kacamata hitam sebagai pelengkapnya.

  1. Bold Scarf

Gaya ini akan memberi kesan yang lebih kasual dan akan cocok untuk digunakan sehari-hari. Dengan gaya ini, scarf yang kamu kenakan akan menjadi item yang sangat menonjol dan center dari penampilanmu. Kamu bisa memakai scarf yang memiliki motif eye catching, misalnya motif kotak-kotak. Ikatkan scarf ini di leher dan padukan dengan kemeja lengan panjang yang polos dan berwarna netral. Celana jeans akan menjadi pasangan yang menarik untuk gaya ini. Sebagai pelengkap penampilan, pilih loafer shoes dan topi fedora untuk menjadikan penampilanmu lebih stylish dan kece.

  1. Bright Scarf

Gaya bright scarf ini juga akan menjadikan scarf sebagai item utama dalam penampilanmu. Maka, jika kamu ingin tampil simple namun tetap stylish, gaya ini akan sangat cocok. Tidak hanya itu, gaya yang satu ini juga sangat mudah untuk dicoba. Kamu tinggal melilitkan scarf berwarna terang, seperti merah atau biru ke lehermu. Padukan scarf ini dengan kemeja dan celana yang berwarna netral, seperti hitam, abu-abu, ataupun navy blue. Dengan gaya ini, scarf berwarna terang yang kamu pakai pun akan menarik semua perhatian orang-orang di sekitarmu.

  1. Gaya Kasual

Siapa bilang bergaya kasual hanya cukup mengenakan T-shirt dan celana jeans? Ada cara lain untuk kamu tampil kasual sekaligus bergaya. Cukup padukan scarf panjang dengan kemeja bersama jaket kulit hitam kesayanganmu. Celana jeans akan sangat cocok sebagai pelengkap gaya kasualmu tanpa membuatmu terlihat terlalu berlebihan. Sebagai tips, kenakan scarf dengan longgar dan jangan terlalu mengatur bentuknya. Biarkan scarf tersebut menjuntai secara natural.

Sponsors Link

Sebagai rangkuman untuk mempermudahmu bergaya dengan scarf dan kemeja, berikut ini adalah beberapa panduan yang bisa kamu ikuti:

  • Jangan mengikat scarf dengan ikatan atau simpul yang terlalu erat untuk mendapatkan gaya yang lebih kasual
  • Kenakan scarf di atas kaus ataupun kemeja
  • Pasangkan scarf berwarna abu dengan pakaian abu-abu lainnya
  • Ganti dasi dengan scarf saat kamu mengenakan setelan formal
  • Coba gunakan scarf dengan ujung fringe untuk menambah kesan ‘cool’
  • Pastikan kamu memiliki scarf berbahan kasmir sebagai investasi fashionmu
  • Pilihlah scarf berbahan katun daripada scarf berbahan wol dengan kualitas jelek dan gatal
  • Jangan padukan scarf dengan celana pendek
  • Jangan padukan scarf bermotid dengan kemeja bermotif
  • Pastikan kancing kemejamu tertutup sempurna saat kamu memadukan kemeja dengan scarf

Nah, kini kamu sudah tahu caranya memadukan scarf dengan kemeja pria, bukan? Selamat berkreasi ya, guys!

Sponsors Link
, , , , , ,
Post Date: Monday 14th, August 2017 / 15:00 Oleh :
Kategori : Panduan