Sponsors Link

Model Dasi untuk Anak Sekolah dan Fungsinya

Sponsors Link

Pada zaman dahulu, anak sekolah yang mengenakan dasi pada seragamnya umumnya adalah siswa sekolah dasar. Namun, berbeda dengan dulu, saat ini hampir semua jenjang sekolah mewajibkan penggunaan dasi sebagai bagian dari seragamnya. Tidak seperti dasi yang digunakan oleh anak sekolah dasar, dasi yang digunakan oleh siswa SMP dan SMA biasanya lebih ‘serius’. Siswa SD biasanya mengenakan dasi dengan model instan dengan tali karet atau tali tipis, dasi siswa SMP dan SMA seringkali berupa dasi segitiga yang harus dibentuk sendiri.

ads

Hal ini mungkin untuk menyesuaikan usia dan keterampilan pengguna dasinya. Anak SD yang masih sangat pemula dalam memakai dasi tentu saja akan kesulitan jika diharuskan mengenakan dasi segitiga yang harus dibentuk sendiri. sementara itu, bagi siswa SMP dan SMA akan tampak lebih rapi jika mengenakan dasi segitiga dan mereka pun akan lebih mudah untuk belajar mengenakan dasi.

Ada berbagai model dasi yang biasa digunakan oleh anak sekolah. Dasi yang digunakan pada umumnya adalah dasi segitiga. Namun, tidak jarang juga ada sekolah yang menggunakan dasi berbentuk lain. Sekolah bisa juga menjadikan dasi sebagai identitas atau ciri khas dari sekolah itu sendiri.  Tapi sebenarnya apakah ada tujuan atau fungsi tertentu dari penggunaan dasi yang diwajibkan sekolah? Yuk, kita cari tahu lebih lanjut!

Mengapa Anak Sekolah Pakai Dasi?

Mungkin dulu kita pernah sempat bertanya-tanya, kenapa sih kita harus pakai dasi saat sekolah? Pertanyaan ini mungkin akan sering muncul pada anak-anak yang suka lupa dan malas memakai dasi saat pergi ke sekolah. Mungkin kita merasa dasi yang dipakai tidak memiliki fungsi tertentu dan hanya membuat kita terkena hukuman jika lupa memakainya. Jadi, sebenarnya apa sih gunanya dasi? Yuk, kita bahas beberapa fungsi dasi yang dipakai anak sekolah berikut ini:

  • Sebagai identitas sekolah

Fungsi pertama dasi yang dipakai anak sekolah adalah sebagai identitas sekolah. Dengan memakai dasi pada seragam sekolah, seorang anak sekolah akan lebih mudah untuk dikenali, alih-alih hanya melalui badge sekolah yang kecil. Dasi di seragam anak sekolah juga akan menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri bagi sekolah tersebut. Biasanya, sekolah akan mencantumkan nama sekolah di kain dasi sekolah mereka atau menggunakan corak kain yang sudah menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Dengan cara ini, para siswa yang memakai dasi sekolah akan merasa membawa nama sekolah bahkan saat di luar sekolah. Hal ini akan membuat anak sekolah selalu berusaha untuk berperilaku baik di luar sekolah karena mengetahui ada identitas sekolah yang selalu dibawanya.

  • Menjaga kerapian berpakaian

Dasi mungkin sangat umum untuk dikenakan oleh para pria eksekutif muda atau business man sebagai pelengkap pakaian formal mereka. Bagaimana tidak, jika dasi akan menimbulkan kesan profesional dan rapi pada penggunanya. Hal ini pula lah yang menjadi tujuan penggunaan dasi pada anak sekolah.

Dengan mengenakan dasi sebagai pelengkap seragam sekolahnya, anak sekolah akan tampak lebih rapi karena kerah pakaiannya akan selalu tertutup sebagai letak dasinya. Dasi anak sekolah juga akan membuat seragam anak sekolah tampak lebih formal dan jauh dari kesan acak-acakan, bahkan pada siswa paling malas sekalipun.

  • Melatih keterampilan

Hal ini mungkin tidak berlaku jika dasi sekolah yang dikenakan pada seragam adalah dasi instan yang tinggal dikalungkan. Namun, pada sekolah yang memberlakukan model dasi segitiga yang harus dibentuk sendiri, tentu memakai dasi bisa menjadi cara untuk membiasakan anak sekolah agar terampil merangkai dan membentuk dasinya sesuai ketentuan sekolah. Mungkin hal ini akan terasa sulit pada awalnya, tapi lama kelamaan anak sekolah akan terbiasa dan menjadi lebih terampil dalam memasang dasi setiap harinya.

  • Melatih kedisiplinan

Hal yang pasti terjadi pada anak sekolah yang lupa mengenakan dasinya adalah mendapat hukuman dari guru. Walaupun hukuman yang diberikan bisa saja ringan, namun anak sekolah yang mendapat hukuman akibat lupa memakai dasi akan menjadi kapok dan lebih mengingat kewajibannya untuk memakai dasi. Hal ini tentu akan melatih kedisiplinan anak sekolah.

Dengan adanya peraturan memakai dasi di sekolah, anak sekolah akan merasakan pentingnya menaati peraturan yang diberikan. Hal ini akan membuat mereka terbiasa untuk disiplin dan taat peraturan yang akan memberi dampak positif untuk perkembangan mereka di masa depan.

Nah, setelah mengetahui beberapa fungsi dasi anak sekolah di atas, mungkin kita bisa mulai membahas dasi seperti apa sih yang akan cocok untuk dikenakan oleh anak sekolah? Buat kamu yang menganggap dasi sekolah adalah sesuatu yang kuno dan tidak keren, mungkin akan berubah pikiran setelah membaca pembahasan di bawah. Berikut ini adalah model dasi sekolah yang paling umum dikenakan oleh para anak sekolah di seluruh dunia:

Dasi Sekolah untuk Siswa Laki-Laki

Siswa laki-laki mungkin sudah sangat familiar dengan dasi bentuk segitiga. Dasi model segitiga akan membuat siswa laki-laki terlihat lebih rapi di sekolah. Namun, ternyata tidak hanya dasi segitiga, berikut ini adalah beberapa model dasi yang paling umum dipilih oleh sekolah untuk dikenakan siswa laki-lakinya :

  1. Dasi segitiga

Dasi segitiga merupakan model paling umum untuk dikenakan oleh anak sekolah. Meski siswa laki-laki umumnya malas untuk mengenakan dasi ke sekolah, dasi model segitiga tetap bisa dikenakan dengan gaya kasual. Misalnya, mereka mengenakannya dengan sedikit longgar, alih-alih mengikatnya dengan erat di leher. Dasi model segitiga dari sekolah seringkali diberi cap logo sekolah sebagai identitas sekolah tersebut. namun, tidak jarang sekolah justru menggunakan motif khas sekolah alih-alih cap logo sekolah biasa.

  1. Dasi kupu-kupu

Siapa bilang dasi kupu-kupu hanya dipakai bersama tuksedo untuk acara formal? Dasi kupu-kupu juga banyak, kok, dipakai sebagai pelengkap seragam sekolah. Dasi kupu-kupu mungkin akan memberi kesan lebih formal dan lebih sulit untuk dimodifikasi menjadi lebih kasual. Tidak seperti dasi segitiga yang masih akan tampak oke jika dikenakan longgar, dasi kupu-kupu justru akan tampak aneh jika tidak melekat erat di leher. Mungkin inilah alasan jika sekolah mewajibkan siswanya untuk mengenakan dasi kupu-kupu alih-alih dasi segitiga: agar selalu tampak rapi setiap saat!

Biasanya, agar tidak tampak terlalu polos, sekolah akan memadukan pemakaian dasi kupu-kupu dengan sweater atau blazer untuk seragamnya. Di Indonesia mungkin penggunaan dasi seperti ini tidak umum, tapi gaya seragam ini banyak digunakan di Eropa atau Amerika sana.

Sponsors Link

Dasi Sekolah untuk Siswa Perempuan

Berikutnya adalah model dasi untuk perempuan. Meski seringkali pihak sekolah memberlakukan model dasi yang sama untuk siswa laki-laki maupun perempuan, tidak menutup kemungkinan jika sekolah memberi model dasi yang berbeda untuk siswa perempuannya. Walaupun akan lebih mudah jika model dasi yang dikenakan sama antara siswa laki-laki dan perempuan, namun jika sekolah memberi model dasi yang berbeda tentu sekolah akan terlihat lebih lebih stylish bagi para siswanya. Berikut ini adalah model dasi siswa perempuan yang paling sering digunakan:

  1. Dasi segitiga

Pada umumnya jika peraturan sekolah memberlakukan model dasi yang sama antara murid laki-laki dan perempuan, model dasi segitiga lah yang paling umum dipilih. Meskipun model dasi segitiga akan tampak keren jika dikenakan oleh siswa laki-laki, model ini tidak akan menghilangkan kesan manis dan feminin jika dipakai oleh siswa perempuan. Siswa perempuan juga akan tampak rapi dan girly dengan dasi segitiga, yang biasanya memiliki motif yang sama dengan motif rok seragam siswa perempuan. Dengan cara ini, seragam siswa perempuan akan tampak serasi dengan seragam siswa laki-laki tanpa membutuhkan banyak usaha.

  1. Dasi pita

Model dasi berikutnya yang sering dikenakan oleh siswa perempuan adalah model dasi pita. Dasi pita yang dipakai oleh siswa perempuan bisa kecil dan bisa juga lebar hingga ke dada. Berbeda dengan dasi segitiga yang tampak mainstream digunakan oleh siswa perempuan, model dasi pita ini akan menambah kesan feminin pada siswa perempuan. Akses pita pada dasi tidak hanya akan membuat seragam siswa perempuan tampak rapi, namun juga akan menonjolkan sisi kewanitaan pada siswa perempuan.

  1. Dasi pita tali

Dasi anak sekolah 5Hampir sama dengan model dasi pita yang dibahas sebelumnya, dasi pita yang satu ini lebih kecil dan lebih simple untuk digunakan oleh siswa perempuan. Dasi terbuat dari tali tipis dan tidak lebar. Penggunaannya pun cukup mudah, hampir sama dengan membuat simpul pita biasa. Meski kecil dan simple, model dasi pita berbahan tali ini tetap memberi kesan manis dan feminin pada siswa perempuan. Maka, tidak heran jika banyak sekolah yang memberlakukan model dasi seperti ini bagi para siswa perempuannya. Dasi pita berbahan tali ini akan cocok digunakan jika motif atau aksesoris seragam lainnya sudah cukup ramai dan menonjol, misalnya seragam dengan blazer atau jas. Namun, bukan berarti dasi pita berbahan tali tidak akan cocok dengan seragam tanpa motif atau seragam polos. Justru perpaduan sederhana ini bisa tampak manis dan cocok dikenakan oleh para siswa perempuan.

  1. Dasi pelaut

Mungkin kita semua sudah sangat kenal bahwa negara Jepang adalah salah satu negara yang terkenal dengan model seragam sekolahnya yang super imut dan manis. Salah satu model dasi yang popular untuk dikenakan oleh siswa perempuan di Jepang adalah dasi pelaut. Walaupun dasi model pelaut ini cukup jarang digunakan di Indonesia, khususnya pada siswa tingkat SMP atau SMA, dasi model pelaut cukup sering ditemukan pada seragam anak sekolah pre-school ataupun taman kanak-kanak. Tidak hanya tampak manis, dasi model ini tampak cukup kasual dan mudah untuk dikenakan oleh anak sekolah.

Cara Memakai Dasi Anak Sekolah

Dari semua model dasi di atas, mungkin model dasi yang paling sulit dan agak rumit untuk digunakan oleh anak sekolah adalah model dasi segitiga. Cara memakai dasi segitiga untuk anak sekolah pun ada beberapa cara. Meski saat ini telah tersedia aneka model dasi sekolah instan, akan sangat menarik jika anak sekolah pun mengetahui bagaimana cara memakai dasi segitiga seperti yang akan dibahas di bawah ini. Yuk, kita simak!

  • The Four in Hand Knot

Untuk cara yang pertama ini, yaitu dengan simpul four in hand, adalah cara yang paling mudah untuk anak sekolah mengenakan dasi segitiganya. Anak SMP pun bisa mempraktekkan cara ini dengan mudah. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Dasi anak sekolah 6

  1. Silangkan dasi segitiga dengan kepala dasi berada di depan ekor dasi. Pastikan kepala dasi lebih panjang daripada ekornya, karena bagian inilah yang akan aktif digerakkan membentuk simpul.
  2. Putar kepala dasi ke bagian belakang ekor dasi
  3. Bawa kembali kepala dasi ke depan sehingga ekor dasi akan terikat
  4. Arahkan kepala dasi ke atas melalui bagian leher
  5. Masukkan ujung kepala dasi ke sela-sela lipatan yang terbentuk di depannya
  6. Rapikan dan buat agar simpul terikat erat di kerah seragammu.
  • Full Windsor Knot

Cara berikutnya untuk mengenakan dasi segitiga adalah dengan simpul Full Windsor. Cara ini akan sedikit lebih rumit dibandingkan cara sebelumnya. Namun, dibandingkan dengan cara memakai dasi Four in Hand sebelumnya, cara Full Windsor ini akan menghasilkan bentuk dasi yang lebih simetris dan tentu saja lebih rapi. Untuk membuat simpul Full Windsor, kamu bisa mengikuti langkah-langkah seperti berikut ini

http://caramemakaidasi.com/wp-content/uploads/2017/03/Dasi-anak-sekolah-7.png

  1. Seperti Four in Hand, silangkan dasi dengan kepala dasi berada di atas ekor dasi. Buat kepala dasi lebih panjang daripada ekor dasi di belakangnya.
  2. Arahkan kepala dasi ke atas melalui belakang ikatan di leher.
  3. Bawa kembali ke bawah, ke posisi semula sehingga akan membentuk simpul pertama.
  4. Bawa kepala dasi memutar ke belakang ekor dasi
  5. Arahkan kembali kepala dasi ke atas
  6. Masukkan kepala dasi ke belakang simpul pertama
  7. Bawa lagi kepala dasi memutar melalui depan simpul
  8. Selipkan kepala dasi ke atas melalui belakang simpul
  9. Selipkan kepala dasi melalui sela-sela simpul yang terbentuk. Rapikan dan kamu pun selesai.

Meski terlihat agak rumit, jika sudah terbiasa kamu tidak akan mengalami kesulitan membuat simpul Full Windsor. Namun, simpul ini mungkin akan lebih cocok jika kamu sedang sangat berniat tampil rapi dan berbeda ke sekolah karena memang membutuhkan usaha dan waktu yang lebih banyak.

Sponsors Link

  • Half Windsor

Jika kamu ingin membuat simpul Full Windsor seperti di atas namun sedikit bingung dengan langkah-langkahnya yang cuukup panjang, kamu mungkin bisa mencoba simpul yang satu ini. Simpul dasi Half Windsor akan menghasilkan bentuk simpul yang rapi dan simetris seperti Full Windsor, dengan langkah-langkah yang lebih singkat dan mudah. Yuk, ikuti panduan berikut ini:

Half Windsor Knot

  1. Sama seperti simpul Full Windsor, letakkan dasi secara bersilang dengan kepala dasi berada di depan ekor dasi dan lebih panjang daripada ekor dasi.
  2. Bawa kepala dasi memutar melalui bagian belakang ekor dasi
  3. Arahkan kepala dasi ke atas
  4. Lalu arahkan kembali ke bawah dengan memasukan sela-sela yang terbentuk di leher
  5. Bawa lagi kepala dasi memutar melalui depan ekor dasi
  6. Arahkan kembali kepala dasi ke atas melalui belakang
  7. Sisipkan kepala dasi ke sela-sela yang terbentuk.
  8. Rapikan simpul yang terbentuk dan selesai!
  • Shell Knot

Simpul berikutnya yang bisa dicoba adalah Shell Knot. Cara yang harus dilakukan untuk membuat simpul ini sedikit lebih rumit daripada Four in Hand tapi lebih mudah daripada Full Windsor. Jika kamu ingin membuat simpul ini, ikuti langkah-langkah berikut:

shell knot

  1. Berbeda dengan cara-cara sebelumnya, untuk membuat Shell Knot letakkan kepala dasi di bagian belakang ekor dasi. Namun, tetap pastikan kepala dasi lebih panjang daripada ekor dasinya.
  2. Bawa kepala dasi ke atas
  3. Selipkan kepala dasi melalui sela-sela simpul yang terbentuk
  4. Bawa kembali kepala dasi ke sisi sebelahnya melalui depan simpul pertama yang dibuat
  5. Arahkan kepala dasi ke atas melalui belakang simpul
  6. Sisipkan kepala dasi melalui sela-sela simpul sehingga kepala dasi berada di depan. Selesai!

Tips Memilih Dasi Anak Sekolah

Memakai dasi sebagai kelengkapan seragam sekolah mungkin memang menjadi kebijakan yang diambil oleh sekolah tersebut. Seringkali dasi menjadi peraturan yang wajib untuk ditaati para siswa sehingga bagi siapapun yang melanggar peraturan ini biasanya akan dikenai sanksi. Namun, agar memakai dasi menjadi hal yang menyenangkan bagi siswa, berikut ini adalah tips dan triknya:

  1. Pilih warna dasi yang sesuai – Sebaiknya, pilih warna dasi yang sesuai dengan seragam yang digunakan. Pada umumnya dasi anak sekolah akan disesuaikan dengan bawahan seragamnya. Tidak hanya warna, motif dasi pun biasanya akan dibuat serasi dengan rok atau celana seragam para siswa. Dengan begitu, pakaian seragam pun akan semakin terlihat stylish dan serasi.
  2. Sesuaikan ukuran dasi – Jangan membuat dasi yang berukuran terlalu besar, apalagi jika dasi yang digunakan adalah dasi segitiga. Ukuran dasi yang terlalu besar akan membuat siswa laki-laki terlihat seperti bapak-bapak dan siswa perempuannya menjadi tidak terlihat manis. Pilih dasi yang berukuran sedang dan sebaiknya panjang dasi jatuh tepat di dada dan tidak lebih panjang dari pinggang.
  3. Pilih model yang keren – Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dasi sebagai kelengkapan seragam sekolah bisa dijadikan identitas ataupun ciri khas dari sekolah tersebut. Oleh karena itu, pastikan dasi sekolah yang dipilih bisa menonjolkan karakter yang dimiliki oleh sekolah. Jika ingin tampil beda, pilihlah model dasi yang tidak terlalu mainstream seperti dasi segitiga. Jika sekolah tetap ingin menggunakan dasi segitiga sebagai alternatif aman untuk siswa laki-laki, pihak sekolah tetap bisa bereksperimen dengan model dasi untuk siswa perempuannya, misalnya dengan menggunakan dasi pita atau model lainnya.

Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat.

Sponsors Link
, , , , , ,
Post Date: Tuesday 21st, March 2017 / 14:33 Oleh :
Kategori : Info Dasi